Pages

BERITA RAKYAT

 

Mereka yang tidak sholat,lebih ingkar dari iblis..

1 comments

MEWASPADAI TIPU DAYA SETAN

Oleh : H. Zulhamdi M. Saad, Lc

Mengamati berita yang tersiar melalui media massa baik media cetak seperti koran dan majalah, maupun media elektronik semacam radio, televisi mamupun internet, sering kali kita lihat dan kita dengar sejumlah kasus yang dilakukan oleh orang yang beragama islam, seperti kita ini. Setiap saat sering kita saksikan pejabat, pegawai negeri, pengusaha, akademisi, pelajar maupun warga masyarakat bisa tersangkut kasus-kasus hukum yang berat. Sederet kasus-kasus besar tersebut mulai dar penyalahgunaan narkoba, korupsi, perselingkuhan, pertengakaran pelajar, pembunuhan, perjudian seta penipuan. Kasus-kasus tersebut turut mencoreng nama baik islam, karena dilakukan oleh orang yang beragama Islam, yaitu agama kita. Dengan kata lain, pelanggaran atau kejahatan tersebut dilakukan oleh saudara kita seagama. Sehingga kita sedikit atau banyak turut menanggung malu atau citra buruk.

Kita patut prihatin atas hal tersebut. Mereka yang telah terbujuk tipu daya setan. Oleh karena kita jangan sampai ikut terperosok. itu Maksudnya adalah mengambil pelajaran dari hal tersebut, selajutnya mewaspadainya agar di masa-masa mendatang bisa menghindarinya. Jangan sampai mereka yang telahOleh karena itu melalui khutbah ini kita mengajak kepada diri khatib sendiri serta jamaah jumah untuk mewaspadai tipu daya setan.

قَالَ إِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لأقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ

ثُمَّ لآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَقَالَ اخْرُجْ مِنْهَا مَذْءُومًا مَدْحُورًا لَمَنْ تَبِعَكَ مِنْهُمْ لأمْلأنَّ جَهَنَّمَ مِنْكُمْ أَجْمَعِينَ

Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). Allah berfirman: "Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barang siapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahanam dengan kamu semuanya".

Kisah tragedi perang uhud.

وَإِذْ زَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ وَقَالَ لا غَالِبَ لَكُمُ الْيَوْمَ مِنَ النَّاسِ وَإِنِّي جَارٌ لَكُمْ فَلَمَّا تَرَاءَتِ الْفِئَتَانِ نَكَصَ عَلَى عَقِبَيْهِ وَقَالَ إِنِّي بَرِيءٌ مِنْكُمْ إِنِّي أَرَى مَا لا تَرَوْنَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ وَاللَّهُ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Setan menghiasi dan mengelabuhi manusia itu sehingga mereka memandang baik perbuatan mereka, dan setan membisikkan: "Kalian akan menang, dan sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu". Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling lihat melihat (berhadapan), setan itu balik ke belakang seraya berkata: "Sesungguhnya saya berlepas diri daripada kamu; sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat; sesungguhnya saya takut kepada Allah". Dan Allah sangat keras siksa-Nya.

Bila tersirat di hatimu untuk berjudi, itu rayuan setan

Bila tersirat di hatimu ingin berzina, itu nyanyian setan

Bila tersirat di hatimu ingin mencuri, itu nyanyian setan

Mewaspadai Pintu Masuk Setan
        Oleh H. ZulhamdiM. Saad, Lc

الحمد لله غافر الذنب وقابل التوب شديد العقاب، ذي الطول لا إله إلا هو إليه المصيروأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، شهادة معترف بالذنب والتقصير، سائل العفو والزلفى وحسن المآب يوم المصيروأشهد أن محمدًا عبده ورسوله وأمينه على وحيه خير بشير، وأشفق نذيراللهم صل وسلم على عبدك ورسولك محمد وعلى آله وأصحابه، نعم الصحب له، ونعم القدوة لمن طلب الفوز والنجاة في يوم عسيرأما بعدفيا أيها المسلمون اتقوا الله تعالى في السر و العلن ، يا أيها الذين آمنوا اتقو الله حق تقاته و لا تموتن إلا و أنتم مسلمون.  

Hadirin Jamaah sholat Jumat yang dirahmati Allah.

Marilah pada kesempatan jumat ini, kita kembali berupaya untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah. Takwa yang terlahir dari pemahaman yang benar dan ketundukan yang ikhlas, sehingga setiap kewajiban yang dilakukan dan setiap larangan yang ditinggalkan tidaklah dilakukan kecuali semakin menguatkan dan meningkatkan iman dan takwa kepada Allah serta melahirkan nilai-nilai mulia dalam kehidupan. Suatu perbutan dan amal kebajikan yang terlahir dari ketakwaan akan memberikan manfaat yang besar dalam kehidupan.

Hadirin yang dimuliakan Allah.

Sesungguhnya setiap detik dari hidup kita, setiap hembusan nafas, setiap pikiran yang yang tersirat, setiap amal perbuatan yang kita kerjakan, tidak  akan pernah lepas dari upaya setan untuk menggoda, menyesatkan, menyelewengkan dari tujuan yang benar dan menggiring kepada dosa dan maksiat. Kita mungkin tidak menyadari  dan memang tanpa kita sadari, setan terus berupaya menenggelamkan, menghanyutkan kita agar semakin jauh dari jalan yang benar, meninggalkan ketaatan secara perlahan dan halus, tanpa terasa oleh kita. Dan itulah tugas utama setan dan iblis, sebagai mana ia telah terusir dari surga dan terjauhkan dari rahmat Allah maka diapun ingin menjauhkan manusia dari dari rahmat Allah dan kemudian sesat bersamanya. Begitulah ungkapan setan ketika mendapatkan laknat Allah:

قَالَ فَاخْرُجْ مِنْهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٌ (77) وَإِنَّ عَلَيْكَ لَعْنَتِي إِلَى يَوْمِ الدِّينِ (78) قَالَ رَبِّ فَأَنْظِرْنِي إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ (79)قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ (80) إِلَى يَوْمِ الْوَقْتِ الْمَعْلُومِ (81) قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ (82) إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ (83)

Allah berfirman: "Maka keluarlah kamu dari surga; sesungguhnya kamu adalah makhluk yang terkutuk, Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan." Iblis berkata: "Ya Tuhanku, berilah penangguhan kepadaku sampai hari mereka dibangkitkan." Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk yang diberi penangguhan, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya (hari Kiamat)." Iblis menjawab: "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka. (QS. Shad: 77-83)

Hadirin sidang jumat yg berbahagia.

Menyadari ini semua, bahwa keberadaan kita di dunia ini, tidak akan pernah lepas sedikitpun dari upaya setan untuk mempengaruhi kita, merayu, melalaikan kita dengan apapun, bahkan mereka mampu masuk bersama aliran darah kita, dengan hanya satu tujuan mengumpulkan manusia sebanyak-banyaknya untuk bersama-sama sesat dan menghuni neraka jahanam. Mengetahui tipu daya setan dan iblis dalam menyesatkan manusia, serta mengetahui cara menghadapi tipu daya tersebut menjadi penting untuk kita sama-sama kita ketahui sehingga kita mampu terhindar dari tipu daya tersebut.

Di antara pintu-pintu dan metode setan menyesatkan manusia yang perlu kita waspadai  adalah:

Pertama: Pintu Syubhat dan Syahwat

Syubhat berarti suatu yang meragukan dan samar-samar, sedangkan syahwat adalah dorongan hawa nafsu, maka dari sinilah setan akan semakin kuat menggoda, kemudian setan menghembuskan bisikan dan rayuannya. Setan akan yang terus membujuk sehingga seakan membuat hati menjadi tenang  untuk melakukan hal perbuatan tersebut. Bahkan setan telah menghembuskan syubhat dan syahwat iniitu sejak awal permusuhan dengan Nabi Adam, setan telah melakukan langkah-langkah kejinya untuk menggelincirkan anak keturunan adam agar tidak mentaati perintah Allah.

Mari kita perhatikan ucapan setan, dengan tipu dayanya di dalam firman Allah berikut:

فَوَسْوَسَ لَهُمَا الشَّيْطَانُ لِيُبْدِيَ لَهُمَا مِنْ سَوْءَاتِهِمَاوَقَالَ مَا نَهَاكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ إِلاَّ أَنْتَكُوناَ مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُوناَ مِنَ الْخَالِدِينَوَقَاسَمَهُمَاإِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَفَدَلاَّهُمَا بِغُرُورٍ.

"Maka setan menggoda mereka berdua untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka, yaitu auratnya, dan setan berkata, "Tuhan kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga)". Dan dia (setan) bersumpah kepada keduanya,"Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasihat kepada kamu berdua,' maka setan membujuk keduanya dengan tipu daya." [Al-A'râf/7:20-22]

Dari ayat ini dapat dipetik satu pelajaran penting bahwa setan mempermainkan kecenderungan manusia yang tersembunyi, manusia ingin kekal, diberi umur yang panjang, manusia juga ingin memiliki kepemilikan harta yang tak terbatas padahal usia mereka pendek dan terbatas.

Dalam ayat ini diketahui bahwa tipuan yang digunakan setan adalah: “An takuunaa malakaini au takuunaa minal khalidin.”

Dalam penjelasan ayat ini, kata malakaini ada dua bacaan yang dapat dijadikan  pengertian untuk memahamai maksud dari ayat ini. Bacaan pertama adalah: malikaini yaitu huruf lam dibaca kasroh yang berarti dua orang raja, yakni raja dan ratu, bacaan ini dikuatkan oleh nash lain dalam surat Thaaha: “Maukah aku tunjukan kepada kalian berdua, kepada pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan punah”. (QS. Thaha: 120)

Atas dasar bacaan ini, maka tipuan setan ini adalah kekuasaan yang abadi dan umur yang kekal. Keduanya merupakan syahwat atau kecenderungan yang paling kuat dalam diri manusia, selain syahwat terhadap lawan jenis, yang banyaknya kita dengar bersama berbagai macam kasus dan skandal terjadi, ini membuktikan bahwa setan sudah banyak berhasil dalam menyesatkan manusia.

Bacaan kedua adalah malakaini, huruf lam dibaca fathah yang berarti dua malaikat, maka manupulasi setan itu adalah dengan melepaskan manusia dari ikatan-ikatan fisik seperti malaikat yang kekal.

Ketika Iblis ini mengetahui bahwa Allah melarang Adam dan Hawa memakan buah ini, dan larangan ini terasa berat dalam jiwa mereka, maka untuk menggoyang hati  mereka, iblis menimbulkan khayalan dan angan-angan kepada mereka, di samping juga mempermainkan syahwat dan keinginan mereka.  Bahkan iblis memperkuat dengan sumpah bahwa ia adalah pemberi nasehat yang berlaku jujur.

Hadirin siding sholat jumat  yang dimuliakan Allah.

Pintu setan yang kedua adalah : Al-Hirsh wal Hasad

Menurut Imam Al-Ghazali, diantara pintu-pintu setan yang sangat besar adalah al-hirsh atau tamak dan hasad, yaitu kedengkian. Rasa tamak dan sifat hasad ini menjadi salah satu pintu yang menyebabkan setan bisa masuk ke dalam pikiran dan jiwa manusia kemudian setan menguasainya. Ketika setan sudah mampu menguasai jiwa, maka itu pertanda akan membawa pada kebinasaan.

Imam Abu Dawud dalam Kitab Sunnan-nya menyebutkan sebuah riwayat. Ketika Nabi Nuh ‘Alaihissalam menaiki perahu, dan memasukkan ke dalam perahu itu berbagai makhluk  secara berpasang-pasangan, tiba-tiba beliau melihat seorang tua yang tidak dikenal. Orang itu tidak memiliki pasangan. Nabi Nuh ‘Alaihissalam bertanya, “Untuk apa kamu masuk kemari?” Orang itu menjawab, “Aku masuk kemari untuk mempengaruhi sahabat-sahabatmu supaya hati mereka bersamaku, sementara tubuh mereka bersamamu.” Orang tua itu adalah setan.

Lalu, Nabi Nuh ‘Alaihissalam berkata, “Keluarlah kamu dari sini, hai musuh Allah! Kamu terkutuk!” Iblis itu kemudian berkata kepada Nabi Nuh, “Ada lima hal yang dengan kelimanya aku membinasakan manusia. Akan kuberitahukan yang tiga, dan kusembunyikan yang dua.” Allah mewahyukan kepada Nabi Nuh: “Katakan, aku tidak membutuhkan yang tiga. Aku membutuhkan yang dua.” Lalu Nuh bertanya, “Apa yang dua itu?” Iblis menjawab, “Dua hal yang membinasakan manusia adalah ketamakkan dan kedengkian. Karena kedengkian inilah, aku dilaknat sehingga menjadi terkutuk. Karena dorongan ketamakkan itu pula, Adam dan Hawa tergoda untuk menuruti keinginannya.”

Ketiga : Memandang kecil dan meremehkan dosa-dosa kecil.

Dosa-dosa kecil dampaknya sangat berbahaya bagi manusia, seorang yang menganggap kecil suatu perbuatan dosa maka dengan demikian setan akan selalu menjadikan orang tersebut meremehkan dosa-dosa kecilnya, sehingga dia akan terus menerus melakukannya dan dosa itu akan membinasakannya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan umatnya
tentang dosa-dosa kecil dengan sabdanya,

إِيَّاكُمْ وَمُحَقَّرَاتِ الذُّنُوبِوَإِنَّ مُحَقَّرَاتِ الذُّنُوبِ مَتَى يُؤْخَذْ بِهَا صَاحِبُهَا تُهْلِكْهُ.

Jauhilah dosa-dosa dan sesuatu yang dianggap dosa kecil, karena dosa-dosa kecil itu ketika dilakukan seseorang maka ia akan membinasakannya. (HR. Ahmad, no. 23194)

Hadirin yang dimuliakan Allah.

Tentu ketika kita mengetahui pintu-pintu masuknya setan ini, Allah Subhanhu wa Ta'ala dengan rahmat-Nya memberikan petunjuk kepada para hamba-Nya melalui Al-Quran dan melalui lisan Rasul-Nya Shallallahu 'alaihi wa sallam, untuk menghadapi dan  mengusir setiap bisikan dan  godaan setan tersebut. Di antara hal-hal yang dapat dilakukan agar terhindar dari tipu daya setan dan kawanannya adalah sebagai berikut:

Pertama:  Menjaga keikhlasan dalam setiap amal ibadah dan perbuatan.

Setiap ibadah ataupun amal perbuatan yang dilakukan oleh hamba Allah, pasti setan akan berupaya menyimpangkan amal tersebut agar tidak dilakukan dengan ikhlas, setan akan berupaya keras agar amal itu tidak bernilai di hadapan Allah, bahkan perbuatan itu menjadi amalan yang riya dan syirik. Karena ini sudah merupakan janjinya kepada Allah.

Hamba-hamba yang ikhlas akan dijaga dan diselamatkan dari gangguan setan. Allah yang menyatakan pengakuan setan tersebut  dalam firman-Nya:


قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِوَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَإِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُالْمُخْلَصِينَ

"Iblis berkata, "Ya Rabb-ku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlash di antara mereka." [Al-Hijr/15:39-40].

Dalam ayat yang lain disebutkan:

قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَإِلَّا عِبَادَكَمِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ

"Iblis menjawab, "Demi kekuasaan-Mu, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka." [Shâd/38:82-83].

Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menjamin bahwa seorang yang mampu menjaga keikhlasannya dalam beramal setan tidak punya kemampuan dalam menggodanya,


إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ إِلَّا مَنِ اتَّبَعَكَمِنَ الْغَاوِينَ

"Sesungguhnya hamba-hamba-Ku yang ikhlas tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikuti kamu, yaitu orang-orang yang sesat". [Al-Hijr/15:42].

Kedua : Menjaga Kestabilan kondisi  Iman.

Setan selalu berupaya untuk menggoda dan melemahkan iman seseorang dengan berbagai macam carannya, baik itu kelalaian ataupun perbuatan maksiat. Dengan kemaksiatan, keimanan seseorang akan semakin menurun sehingga dengan mudah setan akan mencelakakann seorang tersebut sehingga ia melakukan perbuatan dosa.

Sesungguhnya seluruh kekuatan, kekuasaan, kesempurnaan hanyalah milik Allah. Oleh karena itu, seorang hamba yang ditolong dan dilindungi Allah dengan menjaga kondisi imannya dengan amal ibadah yang kontinyu, maka tidak ada satu makhlukpun yang mampu mencelakakannya. Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memberitakan hal ini di dalam Al-Quran, sebagaimana firmannya:


إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَلَىرَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَإِنَّمَا سُلْطَانُهُ عَلَى الَّذِينَيَتَوَلَّوْنَهُ وَالَّذِينَ هُمْ بِهِ مُشْرِكُونَ

"Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Rabb-nya. Sesungguhnya kekuasaannya (setan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah".[An Nahl : 99, 100].

Ketiga:  Berlindung Kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Untuk menghadapi setan dan terhindar dari godaannya, kita dianjurkan bahkan diperintahkan oleh Allah untuk senantiasa berlindung kepadanya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِإِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

"Dan jika kamu digoda oleh setan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". [Al-A'râf/7:200].

 Dalam Hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim disebutkan:

أن أبا هريرة رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم « يأتي الشيطان أحدكم فيقول من خلق كذا وكذا؟ حتى يقول له من خلق ربك ؟ فإذا بلغ ذلك فليستعذ بالله ولينته » . وعند أبي داود ( 4722 ) « فإذا قالوا ذلك فقولوا الله أحد الله الصمد لم يلد ولم يولد ولم يكن له كفوا أحد ثم ليتفل عن يساره ثلاثا وليستعذ من الشيطان»


Abu Hurairah berkata, Rosulullah bersabda: “Setan datang kepada salah seorang dari kalian lalu berkata, siapakah yang menciptakan ini dan ini? Sehingga setan berkata, “siapakah yang menciptakan Tuhanmu, maka apabila jika telah sampai kepadanya hal tersebut, hendaklah dia berlindung kepada Allah dan hendaklah dia menghentikan (waswas tersebut)".

Sedangkan dalam riwayat Abu Dawud disebutkan:

"Jika mereka mengucapkan hal itu (kalimat-kalimat was-was), maka ucapkanlah "Allah itu Maha Esa, Allah itu tempat bergantung, Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan," kemudian meludahlah ke kiri (3x) dan berlindunglah kepada Allah".

Keempat: Memperbanyak membaca Al-Quran dan memperkuat dzikrullah.

Al-Quran dan dzikrullah merupakan benteng yang kokoh yang dapat melindungi diri dari godaan dan gangguan  setan dan membuatnya lari tunggang langgang, sebagaimana sabda Rosulullah:

أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِوَسَلَّمَ قَالَ لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَيَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

"Dari Abu Hurairah, bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, janganlah kamu menjadikan rumah-rumah kamu sebagai kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan surat Al Baqarah di dalamnya". (HR Muslim, no. 780).

Dalam sabda yang lain disebutkan:

عَنْ الْحَارِثِ الْأَشْعَرِيِّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِوَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ أَمَرَ يَحْيَى بْنَ زَكَرِيَّا بِخَمْسِكَلِمَاتٍ أَنْ يَعْمَلَ بِهَا وَيَأْمُرَ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنْيَعْمَلُوا بِهَا...وَآمُرُكُمْ أَنْ تَذْكُرُوا اللَّهَ فَإِنَّ مَثَلَذَلِكَ كَمَثَلِ رَجُلٍ خَرَجَ الْعَدُوُّ فِي أَثَرِهِ سِرَاعًا حَتَّىإِذَا أَتَى عَلَى حِصْنٍ حَصِينٍ فَأَحْرَزَ نَفْسَهُ مِنْهُمْ كَذَلِكَالْعَبْدُ لَا يُحْرِزُ نَفْسَهُ مِنَ الشَّيْطَانِ إِلَّا بِذِكْرِاللَّهِ.

Dari Al-Harits Al-Asy’ari, bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah memerintahkan Yahya bin Zakaria Alaihissallam dengan lima kalimat, agar beliau mengamalkannya dan memerintahkan Bani Israil agar mereka mengamalkannya (di antaranya)Aku perintahkan kamu untuk dzikrullah. Sesungguhnya perumpamaan itu seperti perumpamaan seorang laki-laki yang dikejar oleh musuhnya dengan cepat, sehingga apabila dia telah mendatangi benteng yang kokoh, kemudian dia menyelamatkan dirinya dari mereka (dengan berlindung di dalam benteng tersebut). Demikianlah seorang hamba tidak akan dapat melindungi dirinya dari setan, kecuali dengan dzikrullah". (HR Ahmad)

Kelima: Menyelisihi Setan dari setiap perbuatannya.

Setan adalah musuh manusia, maka wajib pula untuk menjadikannya sebagai musuh, dan membenci serta meninggalkan perbuatannya. Sebagaimana firman Allah:


إِنَّالشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُواحِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ

"Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu, maka jadikanlah ia musuh(mu), karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala". (Fathir : 5, ).

Diantara perbuatan setan yang harus diselisihi adalah:

Pertama: Perbuatan mubadzir atau pemborosan. Allah berfirman:

وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا (26)إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا (27)

Dan janganlah kamu melakukan perbuatan mubadzir, sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya”. (QS. Al-Isro :26-27)

Kedua: Makan dan minum dengan tangan kiri. Rosulullah bersabda:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلمقَالَ «لاَ يَأْكُلْ أَحَدُكُمْ بِشِمَالِهِ وَلاَ يَشْرَبْ بِشِمَالِهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ»

Dari Abdullah bin Umar, Nabi sallahu ‘alaihi wasallah bersabda: “Janganlah salah seorang diantara kalian makan dan minum dengan tangan kirinya, sesungguhnya setan makan dan minum dengan tangan kirinya”. (HR. Tirmidzi)

Ketiga: Tergesa-gesa dalam pekerjaan. Rosulullah bersabda:

وَعَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : « الْعَجَلَةُ مِنْ الشَّيْطَانِ»  أَخْرَجَهُ التِّرْمِذِيُّ ، وَقَالَ حَسَنٌ .

Dari Sahl bin Said, Rosulullah bersabda: “Tergesa-gesa itu dari perbuatan setan”. (HR. Tirmidzi)

Hadirin yang berbahagia.

Demikianlah khutbah singkat ini, semoga kita mampu membentengi diri kita dalam menghadapi permusuhan dan tipu daya setan yang selalu menyesatkan langkah kita menuju keridhoaan dan surga  Allah subhanahu wa ta’ala.

بلرك الله لي ولكم في القرآن الكريم و نفعني و إياكم بما فيه من الأيات و الذكر الحكيم ، أقول قولي هذا و استغفر اللori

Read more...

silabus mata pelajaran pendidikan agama islam kelas 1 semester 1

0 comments

 

SILABUS MATA PELAJARAN

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI

 

Satuan Pendidikan    :   SD

Kelas                          :   I (satu)

Semester                    :  1 dan 2

 

Kompetensi Inti

KI 1   :   Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya

KI 2   :   Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru

KI 3   :   Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah

KI 4   :   Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia

 

Kompetensi Dasar

Materi Pokok

Pembelajaran

Penilaian

Alokasi Waktu

Sumber Belajar

1.1   Terbiasa berdoa sebelum dan sesudah belajar sebagai bentuk pemahaman terhadap Q.S. Al-Fatihah

1.2   Meyakini adanya Allah SWT yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang

1.3   Mensyukuri karunia dan pemberian sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al-Fatihah dan Q.S. Al-Ikhlas

1.4   Terbiasa bersuci sebelum beribadah

1.5   Terbiasa membaca Basmalah setiap memulai aktivitas

 

 

 

 

 

2.1   Memiliki sikap jujur sebagai implementasi dari pemahaman sifat “shiddiq” Rasulullah SAW

2.2   Memiliki perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Luqman (31): 14

2.3   Memiliki perilaku hormat kepada sesama anggota keluarga sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. An-Nisa (4): 36

2.4   Memiliki sikap pemaaf sebagai implementasi dari pemahaman kisah keteladanan Nabi Muhammad SAW

2.5   Memiliki sikap percaya diri sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al-Ikhlas

2.6   Memiliki sikap yang baik ketika berbicara sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al-Baqarah (2): 83

2.7   Memiliki perilaku rajin belajar sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al-’Alaq (96): 1-5

2.8   Memiliki perilaku bersih badan, pakaian, barang-barang, dan tempat sebagai implementasi pemahaman makna bersuci

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.12  Mengetahui kisah keteladanan Nabi Muhammad SAW

 

4.12  Menceritakan kisah keteladanan Nabi Muhammad SAW

Kisah keteladanan dan kasih sayang  Nabi Muhammad SAW

 

 

 

Mengamati

·      Menyimak kisah keteladanan nabi Muhammad SAW secara klasikal maupun individual

·      Mengamati gambar contoh keteladanan Nabi Muhammad SAW baik secara klasikal atau individual

 

Menanya

·      Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang keteladanan Nabi Muhammad SAW

·      Mengajukan pertanyaan terkait dengan keteladanan Nabi Muhammad SAW

 

Eksperimen/explore

·      Secara berkelompok mendiskusikan perilaku terpuji yang terdapat pada kisah keteladanan nabi Muhammad SAW

·      Secara berpasangan mendiskusikan isi gambar tentang keteladanan Nabi Muhammad SAW baik secara klasikal maupun kelompok.

 

Asosiasi

·      Membuat rumusan hasil diskusi kelompok tentang keteladanan Nabi Muhammad SAW secara individual atau kelompok

·      Menghubungkan kisah keteladanan Nabi Muhammad SAW dengan sikap kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari

 

 

 

Komunikasi

·      Menyampaikan hasil diskusi tentang keteladanan Nabi Muhammad SAW secara kelompok

·      Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengkonfirmasi, menyanggah)

·      Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru

 

Tugas

·      Mengisi rubrik tentang sikap kasih sayang

·      Menceritakan isi gambar tentang bentuk kasih sayang terhadap sesama

 

Observasi

·      Mengamati pelaksanaan diskusi dengan menggunakan lembar observasi terkait dengan

· menceritakan isi gambar tentang kisah keteladanan Nabi Muhammad SAW

· sikap yang ditunjukkan siswa terkait dengan tanggung jawabnya terhadap pelaksanaan jalannya diskusi dan kerja kelompok

 

Portofolio

·      Membuat paparan tentang perilaku kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari

 

Tes

·      Tes dalam bentuk lisan dengan menceritakan isi gambar tentang sikap kasih sayang

1 x 4 jam pelajaran

·  Buku PAI dan Budi Pekerti PAI Kls I SD

·  Buku Kisah 25 Nabi dan Rasul

·  Gambar/ Poster

·  Multimedia Interaktif/CD Interaktif /Video

3.3     Mengenal makna Asmaul Husna: ar-Rahman, ar-Rahim, al-Malik

 

4.3     Melafalkan Asmaul Husna: ar-Rahman, ar-Rahim, al-Malik

 

 

ar-Rahman, ar-Rahim, al-Malik

 

Mengamati

·      Mencermati pelafalan dan menyimak arti asmaul Husna: ar-Rahman, ar-Rahim dan al-Malik secara klasikal, kelompok, maupun individual.

·      Mengamati gambar contoh ar-Rahman, ar-Rahim dan al-Maliknya Allah SWT secara klasikal atau individual

Menanya

·      Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang kasih sayang Allah SWT

·      Memotivasi peserta didik bertanya, misalnya sebutkan bentuk kasih sayang Allah SWT!

Eksperimen/Explore

·      Secara berkelompok mendiskusikan isi gambar tentang ar-Rahman, ar-Rahim dan al-Maliknya Allah SWT baik secara klasikal maupun kelompok

 

Asosiasi

·      Membuat rumusan hasil diskusi kelompok tentang ar-Rahman, ar-Rahim dan al-Maliknya Allah SWT

·      Menguhubungkan kasih sayang Allah SWT dengan sikap kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari

 

Komunikasi

·      Menirukan pelafalan dan arti Asmaul Husna: ar-Rahman, ar-Rahim dan al-Malik secara klasikal, kelompok maupun individual.

·      Menampilkan pelafalan Asmaul Husna: ar-Rahman, ar-Rahim dan al-Malik secara berulang kali baik secara individual atau berkelompok

·      Menyampaikan hasil diskusi tentang ar-Rahman, ar-Rahim dan al-Maliknya Allah SWT secara kelompok

·      Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengkonfirmasi, menyanggah)

·      Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru

 

Tugas

·      Mengisi rubrik tentang kasih sayang Allah SWT

·      Melafalkan ar-Rahman, ar-Rahim dan al-Malik

·      Menceritakan kasih sayang dalam keluarga

·      Diskusi kelompok tentang sikap kasih sayang kepada sesama teman

 

 

Observasi

·      Mengamati pelaksanaan diskusi dengan menggunakan lembar observasi terkaitdengan

· menceritakan isi gambar kasih sayang Allah SWT

· sikap yang ditunjukkan siswa terkait dengan tanggung jawabnya terhadap pelaksanaan jalannya diskusi dan kerja kelompok

 

Portofolio

·      Membuat paparan tentang kemampuan melafalkan ar-Rahman dan ar-Rahim dan maknanya

 

Tes

·      Tes kemampuan kognitif dengan bentuk tes soal isian singkat

·      Tes dalam bentuk lisan dengan menceritakan isi gambar tentang kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari

 

4 x 4 jam pelajaran

·  Buku PAI dan Budi Pekerti PAI Kls I SD

·  Kisah dan  Makna 99 Asmaul Husna untuk Anak

·  Gambar/ Poster

·  Multimedia Interaktif/CD Interaktif /Video

4.2.1   Melafalkan Q.S. al-Fatihah dan Q.S. al-Ikhlas dengan benar dan jelas

 

4.2.2   Menunjukkan hafalan Q.S. al-Fatihah dan Q.S. al-Ikhlas dengan benar dan jelas

 

3.2         Mengenal pesan-pesan yang terkandung di dalam Q.S al Fatihah, al-Ikhlas dan al ’Alaq (96): 1-5

 

Q.S. al-Fatihah, al-Ikhlas dan al-‘Alaq

Mengamati

·      Mencermati pelafalan Q.S. al-Fatihah, al-Ikhlas dan al-‘Alaq secara klasikal atau individual

·      Menyimak  pesan-pesan yang terkandung di dalam Q.S. al-Fatihah, al-Ikhlas dan al-‘Alaq secara klasikal atau individual

 

Menanya

·      Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang pelafalan, hafalan dan pesan Q.S. al-Fatihah, al-Ikhlas dan al-‘Alaq

·      Mengajukan pertanyaan, misalnya siapakah yang sudah mengetahui lafal Q.S. al-Fatihah, al-Ikhlas?

 

 

Eksperimen/Explore

·      Mendiskusikan pesan-pesan yang terkandung di dalam Q.S. al-Fatihah, al-Ikhlas dan al-‘Alaq secara kelompok

·      Secara berpasangan mendiskusikan tentang keterkaitan pesan Q.S. al-Fatihah, al-Ikhlas dan al-‘Alaq dengan kehidupan sehari-hari

 

Asosiasi

·      Membuat rumusan hasil diskusi kelompok tentangpesan-pesan yang terkandung di dalam Q.S. al-Fatihah, al-Ikhlas dan al-‘Alaq

·      Menghubungkan tentang pesan-pesan yang terkandung di dalam Q.S. al-Fatihah, al-Ikhlas dan al-‘Alaq dengan kehidupan sehari-hari

 

Komunikasi

·      Menirukan pelafalan Q.S. al-Fatihah, al-Ikhlas dan al-‘Alaq secara klasikal, kelompok maupun individual

·      Menampilkan pelafalan Q.S. al-Fatihah, al-Ikhlas dan al-‘Alaq secara berulang-ulang baik secara individual atau berkelompok

·      Menghafal bacaan Q.S. al-Fatihah, al-Ikhlas dan al-‘Alaq ayat per ayat sesuai makharijul huruf secara  berulang-ulang baik secara klasikal, kelompok maupun individual.

·      Menampilkan hafalan Q.S. al-Fatihah, al-Ikhlas dan al-‘Alaq baik secara individu maupun perwakilan kelas atau kelompok.

·      Menyampaikan hasil diskusi tentang  pesan-pesan yang terkandung di dalam Q.S. al-Fatihah, al-Ikhlas dan al-‘Alaq secara kelompok atau individual

·      Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengkonfirmasi, menyanggah)

·      Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru

 

Tugas

·      Mengisi rubrik tentang pelafalan, menghafal dan pesan Q.S. al-Fatihah, al-Ikhlas dan al-‘Alaq

·      Melafalkan dan menghafal Q.S. al-Fatihah, al-Ikhlas dan al-‘Alaq secara individual atau klasikal

 

Observasi

·      Mengamati pelaksanaan diskusi dengan menggunakan lembar observasi tentang

· pelafalan, menghafal dan menyebutkan pesan-pesan Q.S. al-Fatihah, al-Ikhlas dan al-‘Alaq

· sikap yang ditunjukkan siswa terkait dengan tanggung jawabnya terhadap pelaksanaan jalannya diskusi dan kerja kelompok

 

Portofolio

·      Membuat paparan tentang kegiatan melafalkan Q.S. al-Fatihah, al-Ikhlas dan al-‘Alaq dalam berbagai kegiatan ibadah

 

Tes

·      Tes kemampuan kognitif dengan bentuk tes soal isian singkat tentang pesan Q.S. al-Fatihah, al-Ikhlas dan al-‘Alaq

·      Tes lisan berupa melafalkan Q.S. al-Fatihah dan al-Ikhlas

9 x 4jam pelajaran

·  Al Quran dan terjemahnya

·  Buku PAI dan Budi Pekerti PAI Kls I SD

·  Poster tulisan

·  Multimedia Interaktif/CD Interaktif /Video

3.1     Mengetahui huruf-huruf Hijaiyyah dan harakatnya secara lengkap

 

4.1     Melafalkan huruf-huruf Hijaiyyah dan harakatnya secara lengkap

Huruf Hijaiyyah dan harakatnya

Mengamati

·      Mencermati pelafalan huruf Hijaiyyah dan harakatnya

 

Menanya

·      Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang huruf Hijaiyah dan harakatnya

·      Mengajukan pertanyaan, misalnya berapakah jumlah huruf Hijaiyah? lafalkan huruf-huruf  Hijaiyah!

Eksperimen/Explore

·      Melafalkan secara berulang-ulang sampai kadar pelafalannya baik. Pelafalan huruf dilakukan peserta didik secara klasikal, kelompok maupun individual

·      Melafalkan huruf Hijaiyyah berharakat huruf per huruf sesuai makharijul huruf dengan berulang-ulang, baik secara individual maupun berkelompok.

·      Mendemonstrasikan pelafalan huruf Hijaiyyah berharakat secara individual dengan bimbingan pendidik

 

Asosiasi

·      Membuat rumusan tentang klasifikasi pelafalan huruf Hijaiyah dan harakatnya

·      Mengidentifikasi huruf Hijaiyah dari tingkat yang paling mudah dan sukar

 

Komunikasi

·      Menirukan pelafalan huruf per huruf sesuai makharijul huruf secara klasikal, kelompok maupun individual

·      Menyampaikan hasil diskusi tentang  pelafalan huruf Hijaiyah secara kelompok atau individual

·      Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengkonfirmasi, menyanggah)

·      Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru

 

Tugas

·      Mengisi rubrik tentang melafalkan huruf Hijaiyah dan harakatnya

·      Melafalkan huruf Hijaiyah dan harakatnya secara individual dan kelompok

Observasi

·      Mengamati pelafalan  huruf Hijaiyah dan harakatnya sesuai makharijul huruf

 

Portofolio

·      Membuat paparan tentang kegiatan dalam melafalkan huruf Hijaiyah dan harakatnya sesuai makharijul huruf

 

 

Tes

·      Tes bentuk lisan melafalkan huruf Hijaiyah dan harakatnya

2 x 4jam pelajaran

·  Buku PAI dan Budi Pekerti PAI Kls I SD

·  Buku Belajar Huruf Hijaiyyah

·  Poster tulisan

·  Multimedia Interaktif/CD Interaktif /Video

3.6     Mengenal tata cara bersuci

 

4.6     Mempraktikkan tatacara bersuci

 

 

Bersuci dan Tatacaranya

Mengamati

·      Menyimak tatacara bersuci (mandi dan istinja) secara klasikal atau individual

·      Mengamati gambar contoh tatacara bersuci (mandi) secara klasikal atau individual

 

Menanya

·      Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang bersuci dan tatacaranya

·      Mengajukan pertanyaan, misalnya sebutkan macam bersuci! Bagaimana caranya bersuci yang baik?

 

Eksperimen/Explore

·      Mendiskusikan isi gambar contoh tatacara bersuci (mandi) baik secara klasikal maupun kelompok

·      Mendiskusikan tatacara bersuci baik secara klasikal maupun kelompok.

 

Asosiasi

·      Membuat rumusan hasil diskusi  tentang bersuci dan tatacaranya

·      Mengidentifikasi kegiatan bersuci

 

Komunikasi

·      Menyampaikan hasil diskusi tentang contoh tatacara bersuci (mandi) secara kelompok

·      Menyimpulkan hasil diskusi kelompok tentang contoh tatacara bersuci (mandi) secara individual atau kelompok

·      Mempraktikkan/mensimulasikan tata bersuci baik secara individual maupun perwakilan kelompok dengan baik dan benar

·      Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengkonfirmasi, menyanggah)

·      Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru

 

Tugas

·      Mengisi rubrik tentang bersuci dan tatacaranya

·      Tugas kelompok Menunjukkan dan menjelaskan gambar tentang bersuci dan tatacaranya

 

Observasi

·      Mengamati pelaksanaan diskusi dengan menggunakan lembar observasi terkait dengan

· menceritakan isi gambar tentang tatacara bersuci

· sikap yang ditunjukkan siswa terkait dengan tanggung jawabnya terhadap pelaksanaan jalannya diskusi dan kerja kelompok

 

Portofolio

·      Membuat paparan tentang tatacara bersuci

 

Tes

·      Tes kemampuan kognitif dengan bentuk tes soal isian singkat

·      Tes dalam bentuk lisan dengan menceritakan isi gambar tentang bersuci dan tata caranya

·      Tes kemampuan psikomotorik dengan unjuk kerja/simulasi kegiatan bersuci

 

3 x 4 jam pelajaran

·  Buku PAI dan Budi Pekerti PAI Kls I SD

·  Buku Fiqih Ibadah

·  Gambar/ Poster

·  Multimedia Interaktif/CD Interaktif /Video

3.8  Mengenal kisah keteladanan Nabi Adam a.s.

 

4.8  Menceritakan kisah keteladanan Nabi Adam a.s.

Kisah Keteladanan Nabi Adam a.s.

Mengamati

·      Menyimak  kisah keteladanan Nabi Adam a.s. secara klasikal maupun individual.

·      Mengamati gambar contoh keteladanan Nabi Adam a.s. baik secara klasikal atau individual

 

Menanya

·      Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang kisah keteladanan Nabi Adam a.s.

·      Mengajukan pertanyaan, misalnya Siapakah manusia pertama yang Allah SWT ciptakan?

 

Eksperimen/Explore

·      Mendiskusikan isi gambar tentang keteladanan Nabi Adam a.s. baik secara klasikal maupun kelompok

 

Asosiasi

·      Membuat rumusan hasil diskusi  tentang keteladanan Nabi Adam a.s.

·      Mengidentifikasi perilaku terpuji dari kisah keteladanan Nabi Adam a.s.

 

 

 

Komunikasi

·      Menyampaikan kisah singkat tentang peristiwa penting dan sikap terpuji Nabi Adam a.s. secara individu maupun perwakilan kelompok

·      Menyampaikan hasil diskusi tentang keteladanan Nabi Adam a.s. secara kelompok

·      Menyimpulkan hasil diskusi kelompok tentang keteladanan Nabi Adam a.s. secara individual atau kelompok

·      Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengkonfirmasi, menyanggah)

·      Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru

Tugas

·      Mengisi rubrik tentang keteladanan Nabi Adam a.s.

 

Observasi

·      Mengamati pelaksanaan diskusi dengan menggunakan lembar observasi terkait dengan

· menceritakan isi gambar tentang keteladanan Nabi Adam a.s.

· sikap yang ditunjukkan siswa terkait dengan tanggung jawabnya terhadap pelaksanaan jalannya diskusi dan kerja kelompok

 

Portofolio

·      Membuat paparan tentang keteladanan Nabi Adam a.s.

 

Tes

·      Tes kemampuan kognitif dengan bentuk tes soal isian singkat

·      Tes dalam bentuk lisan dengan menceritakan isi gambar tentang keteladanan Nabi Adam a.s.

1 x 4jam pelajaran

·  Buku PAI dan Budi Pekerti PAI Kls I SD

·  Buku Kisah 25 Nabi dan Rasul

·  Gambar/ Poster

·  Multimedia Interaktif/CD Interaktif /Video

3.10  Mengenal kisah keteladanan Nabi Nuh a.s.

 

4.10  Menceritakan kisah keteladanan Nabi Nuh a.s.

Kisah Keteladanan Nabi Nuh a.s.

Mengamati

·      Menyimak  kisah keteladanan nabi Nuh a.s. secara klasikal maupun individual.

·      Mengamati gambar contoh keteladanan Nabi Nuh a.s. baik secara klasikal atau individual

 

Menanya

·      Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang kisah keteladanan Nabi Nuh a.s.

 

Eksperimen/Explore

·      Mendiskusikan isi gambar tentang keteladanan Nabi Nuh a.s. baik secara klasikal maupun kelompok

 

Asosiasi

·      Membuat rumusan hasil diskusi  tentang keteladanan Nabi Nuh a.s.

·      Mengidentifikasi perilaku terpuji dari kisah keteladanan Nabi Nuh a.s.

Komunikasi

·      Menyampaikan kisah singkat tentang peristiwa penting dan sikap terpuji Nabi Nuh a.s. secara individu maupun perwakilan kelompok

·      Menyampaikan hasil diskusi tentang keteladanan Nabi Nuh a.s. secara kelompok

·      Menyimpulkan hasil diskusi kelompok tentang keteladanan Nabi Nuh a.s. secara individual atau kelompok

·      Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengkonfirmasi, menyanggah)

·      Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru

 

Tugas

·      Mengisi rubrik tentang keteladanan Nabi Nuh a.s.

 

Observasi

·      Mengamati pelaksanaan diskusi dengan menggunakan lembar observasiterkait dengan

· menceritakan isi gambar tentang keteladanan Nabi Nuh a.s.

· sikap yang ditunjukkan siswa terkait dengan tanggung jawabnya terhadap pelaksanaan jalannya diskusi dan kerja kelompok

 

Portofolio

·      Membuat paparan tentang keteladanan Nabi Nuh a.s.

 

Tes

·      Tes kemampuan kognitif dengan bentuk tes soal isian singkat

·      Tes dalam bentuk lisan dengan menceritakan isi gambar tentang keteladanan Nabi Nuh a.s.

1 x 4jam pelajaran

·  Buku PAI dan Budi Pekerti PAI Kls I SD

·  Buku Kisah 25 Nabi dan Rasul

·  Gambar/ Poster

·  Multimedia Interaktif/CD Interaktif /Video

3.11  Mengenal kisah keteladanan Nabi Hud a.s

 

4.11 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Hud a.s.

Kisah Keteladanan Nabi Hud a.s.

Mengamati

·      Menyimak  kisah keteladanan Nabi Hud a.s. secara klasikal maupun individual.

·      Mengamati gambar contoh keteladanan Nabi Hud a.s. baik secara klasikal atau individual

 

Menanya

·      Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang kisah keteladanan Nabi Hud a.s.

 

Eksperimen/Explore

·      Mendiskusikan isi gambar tentang keteladanan Nabi Hud a.s. baik secara klasikal maupun kelompok

Asosiasi

·      Membuat rumusan hasil diskusi  tentang keteladanan Nabi Hud a.s.

·      Mengidentifikasi perilaku terpuji dari kisah keteladanan Nabi Hud a.s.

 

Komunikasi

·      Menyampaikan kisah singkat tentang peristiwa penting dan sikap terpuji Nabi Hud a.s. secara individu maupun perwakilan kelompok

·      Menyampaikan hasil diskusi tentang keteladanan Nabi Hud a.s. secara kelompok

·      Menyimpulkan hasil diskusi kelompok tentang keteladanan Nabi Hud a.s. secara individual atau kelompok

·      Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengkonfirmasi, menyanggah)

·      Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru

 

Tugas

·      Mengisi rubrik tentang keteladanan Nabi Hud a.s.

 

Observasi

·      Mengamati pelaksanaan diskusi dengan menggunakan lembar observasi terkait dengan

· menceritakan isi gambar tentang keteladanan Nabi Hud a.s.

· sikap yang ditunjukkan siswa terkait dengan tanggung jawabnya terhadap pelaksanaan jalannya diskusi dan kerja kelompok

 

Portofolio

·      Membuat paparan tentang keteladanan Nabi Hud a.s.

 

Tes

·      Tes kemampuan kognitif dengan bentuk tes soal isian singkat

·      Tes dalam bentuk lisan dengan menceritakan isi gambar tentang keteladanan Nabi Hud a.s.

 

1 x 4jam pelajaran

·  Buku PAI dan Budi Pekerti PAI Kls I SD

·  Buku Kisah 25 Nabi dan Rasul

·  Gambar/ Poster

3.9        Mengenal kisah keteladanan Nabi Idris a.s

 

4.9        Menceritakan kisah keteladanan Nabi Idris a.s.

Semangat Belajar Nabi Idris a.s.

Mengamati

·      Menyimak  kisah keteladanan Nabi Idris a.s. secara klasikal maupun individual.

·      Mengamati gambar contoh keteladanan Nabi Idris a.s. baik secara klasikal atau individual

 

 

 

Menanya

·      Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang kisah keteladanan Nabi Idris a.s.

 

Eksperimen/Explore

·      Mendiskusikan isi gambar tentang keteladanan Nabi Idris a.s. baik secara klasikal maupun kelompok

 

Asosiasi

·      Membuat rumusan hasil diskusi  tentang keteladanan Nabi Idris a.s.

·      Mengidentifikasi perilaku terpuji dari kisah keteladanan Nabi Idris a.s.

 

Komunikasi

·      Menyampaikan kisah singkat tentang peristiwa penting dan sikap terpuji Nabi Idris a.s. secara individu maupun perwakilan kelompok

·      Menyampaikan hasil diskusi tentang keteladanan Nabi Idris a.s. secara kelompok

·      Menyimpulkan hasil diskusi kelompok tentang keteladanan Nabi Idris a.s. secara individual atau kelompok

·      Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengkonfirmasi, menyanggah)

·      Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru

 

Tugas

·      Mengisi rubrik tentang keteladanan Nabi Idris a.s.

 

Observasi

·      Mengamati pelaksanaan diskusi dengan menggunakan lembar observasi terkait dengan

· menceritakan isi gambar tentang keteladanan Nabi Idris a.s.

· sikap yang ditunjukkan siswa terkait dengan tanggung jawabnya terhadap pelaksanaan jalannya diskusi dan kerja kelompok

 

Portofolio

·      Membuat paparan tentang keteladanan Nabi Idris a.s.

 

Tes

·      Tes kemampuan kognitif dengan bentuk tes soal isian singkat

·      Tes dalam bentuk lisan dengan menceritakan isi gambar tentang keteladanan Nabi Idris a.s.

 

 

 

 

1 x 4jam pelajaran

·  Buku PAI dan Budi Pekerti PAI Kls I SD

·  Buku Kisah 25 Nabi dan Rasul

·  Gambar/ Poster

·  Multimedia Interaktif/CD Interaktif /Video

4.5        Melafalkan doa sebelum dan sesudah belajar dengan benar dan jelas

 

3.5        Mengenal makna do’a sebelum dan sesudah belajar

Doa sebelum dan sesudah belajar

Mengamati

·      Mencermati pelafalan doa sebelum dan sesudah belajar secara klasikal atau individual

 

Menanya

·      Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang doa sebelum dan sesudah belajar

·      Mengajukan pertanyaan, apakah kamu selalu berdoa ketika memulai belajar? Coba lafalkan doa sebelum dan sesudah belajar!

 

Eksperimen/Explore

·      Secara berkelompok mendiskusikan isi gambar tentang berdoa dalam belajar secara klasikal maupun kelompok

 

Asosiasi

·      Membuat rumusan hasil diskusi kelompok tentang berdoa sebelum dan sesudah belajar

·      Mengidentifikasi kegiatan berdoa sebelum dan sesudah belajar

 

Komunikasi

·      Menirukan pelafalan doa sebelum dan sesudah belajar secara klasikal, kelompok, maupun individual

·      Menampilkan pelafalan doa sebelum dan sesudah belajar secara berulang-ulang baik secara individual atau berkelompok

·      Menyebutkan arti doa sebelum dan sesudah belajar dengan berulang-ulang yang dilakukan secara berpasangan dan bergantian

·      Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengkonfirmasi, menyanggah)

·      Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru

 

Tugas

·      Mengisi rubrik tentang kegiatan berdoa sebelum dan sesudah belajar

 

Observasi

·      Mengamati pelaksanaan diskusi dengan menggunakan lembar observasi terkait dengan

· menceritakan isi gambar tentang berdoa sebelum dan sesudah belajar

· sikap yang ditunjukkan siswa terkait dengan tanggung jawabnya terhadap pelaksanaan jalannya diskusi dan kerja kelompok

 

Portofolio

·      Membuat paparan tentang berdoa sebelum dan sesudah belajar

 

Tes

·      Tes kemampuan kognitif dengan bentuk tes soal isian singkat

·      Tes dalam bentuk lisan dengan menceritakan isi gambar tentang berdoa sebelum dan sesudah belajar

2 x 4 jam pelajaran

·  Al Quran dan terjemahnya

·  Buku PAI dan Budi Pekerti PAI Kls I SD

·  Buku doa-doa pilihan

·  Poster tulisan

·  Multimedia Interaktif/CD Interaktif /Video

4.4     Melafalkan dua kalimat syahadat dengan benar dan jelas

 

3.4     Mengenal makna dua kalimat syahadat sebagai bagian dari rukun Islam yang pertama

Dua Kalimat Syahadat

Mengamati

·      Mencermati pelafalan dua kalimat syahadat kata per kata secara klasikal atau individual

·      Menyimak arti dua kalimat syahadat (syahadat tauhid dan Rasul) secara klasikal atau individual

 

Menanya

·      Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang pelafalan dan makna dua kalimat syahadat

·      Mengajukan pertanyaan, misalnya coba lafalkan dua kalimat syahadat!

 

Eksperimen/Explore

·      Secara kelompok melafalkan dua kalimat syahadat kata per kata

·      Secara berpasangan mengartikan dua kalimat syahadat (syahadat tauhid dan Rasul)

 

Asosiasi

·      Melakukan koreksi pada pelafalan dua kalimat syahadat

·      Melakukan koreksi dalam mengartikan dua kalimat syahadat

 

Komunikasi

·      Menirukan pelafalan dua kalimat syahadat kata per kata secara klasikal, kelompok, maupun individual.

·      Menampilkan pelafalan dua kalimat syahadat secara berulang baik secara individual atau berkelompok

·      Mengartikan dua kalimat syahadat (syahadat tauhid dan Rasul) secara klasikal, kelompok, maupun individual

·      Mengartikan dua kalimat syahadat (syahadat tauhid dan Rasul) dengan berulang-ulang yang dilakukan dengan berpasangan dan bergantian secara klasikal, kelompok, maupun individual

·      Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru

Tugas

·      Mengisi rubrik tentang pelafalan dan makna dua kalimat syahadat

·      Melafalkan dua kalimat syahadat

 

 

Observasi

·      Mengamati pelaksanaan diskusi dengan menggunakan lembar observasi terkait dengan

· Melafalkan dua kalimat syahadat dan maknanya

· sikap yang ditunjukkan siswa terkait dengan tanggung jawabnya terhadap pelaksanaan jalannya diskusi dan kerja kelompok

 

Portofolio

·      Membuat paparan tentang kemampuan melafalkan dua kalimat syahadat dan maknanya

 

Tes

·      Tes dalam bentuk lisan dengan mengartikan dua kalimat syahadat

 

2 x 4 jam pelajaran

·  Buku PAI dan Budi Pekerti PAI Kls I SD

·  Poster tulisan

·  Multimedia Interaktif/CD Interaktif /Video

3.7     Memahami șholat dan kegiatan agama yang dianutnya di sekitar rumahnya melalui pengamatan

 

4.7.1Melaksanakan sholat dan kegiatan agama yang dianutnya di sekitar rumahnya melalui pengamatan

 

4.7.2Mencontohkan kegiatan agama yang dianutnya di sekitar rumahnya

Șholat Wajib dan Mengaji

Mengamati

·      Menyimak penjelasan șholat wajib 5 waktu dan bilangan rakaatnya, dan kegiatan agama di sekitar rumah secara klasikal atau individual

·      Mengamati gambar praktik șholat dan kegiatan agama di sekitar rumah baik secara klasikal atau individual

 

Menanya

·      Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang melakukan sholat wajib dan mengaji

·      Mengajukan pertanyaan, misalnya apakah kalian terbiasa melakukan sholat? Berapa waktu dalam sehari semalam?

 

Eksperimen/Explore

·      Mendiskusikan isi gambar tentang sholat wajib dan mengaji baik secara klasikal maupun kelompok.

·      Mengidentifikasi pengamalan sholat wajib dan mengaji dalam kehidupan sehari-hari

 

Asosiasi

·      Membuat rumusan hasil diskusi kelompok tentang kegiatan sholat wajib dan mengaji

·      Mengidentifikasi kegiatan sholat wajib dan mengaji dalam kehidupan sehari-hari

 

Komunikasi

·      Menyampaikan hasil diskusi secara kelompok

·      Menyimpulkan hasil diskusi kelompok tentang șholat wajib 5 waktu dan bilangan rakaatnya, dan kegiatan agama di sekitar rumah secara individual atau kelompok

·      Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengkonfirmasi, menyanggah)

·      Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru

 

Tugas

·      Mengisi rubrik tentang șholat wajib 5 waktu dan bilangan rakaatnya, dan kegiatan agama di sekitar rumah

·      Tugas kelompok menceritakan kegiatan sholat wajib dan mengaji

 

Observasi

·      Mengamati pelaksanaan diskusi dengan menggunakan lembar observasi terkait dengan

·      menceritakan isi gambar tentang sholat wajib dan mengaji

·      sikap yang ditunjukkan siswa terkait dengan tanggung jawabnya terhadap pelaksanaan jalannya diskusi dan kerja kelompok

 

Portofolio

·      Membuat paparan tentang kegiatan sholat wajib dan mengaji di sekitar rumah

 

Tes

·      Tes kemampuan kognitif dengan bentuk tes soal isian singkat

·      Tes dalam bentuk lisan dengan menceritakan isi gambar tentang sholat wajib dan mengaji

 

3 x 4 jam pelajaran

·  Buku PAI dan Budi Pekerti PAI Kls I SD

·  Buku tentang șholat wajib

·  Gambar/ Poster

·  Kertas/kartu nama-nama șholat wajib dan bilangan rakaatnya

·  Multimedia Interaktif/CD Interaktif /Video

3.13  Memahami perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru

 

4.4     Mencontohkan perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru

Hormat dan Patuh kepada orangtua dan guru

Mengamati

·      Menyimak penjelasan pentingnya memiliki perilaku hormat dan patuh kepada orangtua, guru, dan sesama anggota keluarga secara klasikal atau individual.

·      Mengamati gambar contoh hormat dan patuh kepada orangtua, guru, dan sesama anggota keluarga secara klasikal atau individual

 

Menanya

·      Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang perilaku hormat dan patuh kepada orangtua, guru, dan sesama anggota keluarga

·      Mengajukan pertanyaan, misalnya apakah kewajiban kalian kepada orangtuamu?

 

Eksperimen/Explore

·      Mendiskusikan isi gambar tentang hormat dan patuh kepada orangtua,

·      Mendiskusikan isi gambar tentang hormat dan patuh kepada guru

·      Mendiskusikan isi gambar tentang hormat  kepada sesama anggota keluarga baik secara klasikal maupun kelompok.

 

Asosiasi

·      Membuat rumusan hasil diskusi kelompok tentang perilaku hormat dan patuh kepada orangtua, guru, dan sesama anggota keluarga

·      Mengidentifikasi berbagai kegiatan tentang perilaku hormat dan patuh kepada orangtua, guru, dan sesama anggota keluarga

 

Komunikasi

·      Menyampaikan hasil diskusi tentang perilaku hormat dan patuh kepada orangtua, guru, dan sesama anggota keluarga secara kelompok

·      Menyimpulkan hasil diskusi kelompok tentang perilaku hormat dan patuh kepada orangtua, guru, dan sesama anggota keluarga secara individual atau kelompok

·      Mencontohkan dengan cara bermain peran/simulasi perilaku hormat dan patuh kepada orangtua, guru, dan sesama anggota keluarga secara individual maupun kelompok

·      Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengkonfirmasi, menyanggah)

·      Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru

Tugas

·      Mengisi rubrik tentang perilaku hormat dan patuh kepada orangtua, guru, dan sesama anggota keluarga

 

Observasi

·      Mengamati pelaksanaan diskusi dengan menggunakan lembar observasi terkait dengan

· menceritakan isi gambar tentang perilaku hormat dan patuh kepada orangtua, guru, dan sesama anggota keluarga

· sikap yang ditunjukkan siswa terkait dengan tanggung jawabnya terhadap pelaksanaan jalannya diskusi dan kerja kelompok

 

Portofolio

·      Membuat paparan tentang kegiatan tentang perilaku hormat dan patuh kepada orangtua, guru, dan sesama anggota keluarga

 

 

 

Tes

·      Tes dalam bentuk lisan dengan menceritakan isi gambar tentang perilaku hormat dan patuh kepada orangtua, guru, dan sesama anggota keluarga

·      Tes dalam bentuk psikomotorik dengan mencontohkan perilaku hormat dan patuh kepada orangtua, guru, dan sesama anggota keluarga

3 x 4 jam pelajaran

·  Al Quran dan terjemahnya

·  Buku PAI dan Budi Pekerti PAI Kls I SD

·  Gambar/ Poster tulisan

·  Multimedia Interaktif/CD Interaktif /Video

3.14     Memahami perilaku saling menghormati antarsesama anggota keluarga

 

4.5  Mencontohkan perilaku saling menghormati antarsesama anggota keluarga

Perilaku saling menghormati antarsesama anggota keluarga

Mengamati

·      Menyimak penjelasan pentingnya memiliki perilaku saling menghormati antarsesama anggota keluarga secara klasikal atau individual.

·      Mengamati gambar contoh perilaku saling menghormati antarsesama anggota keluarga secara klasikal atau individual

 

Menanya

·      Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang perilaku saling menghormati antarsesama anggota keluarga

·      Mengajukan pertanyaan, misalnya apakah kewajiban kalian kepada sesama anggota keluarga?

Eksperimen/Explore

·      Mendiskusikan isi gambar tentang perilaku saling menghormati antarsesama anggota keluarga

·      Mendiskusikan isi gambar tentang perilaku saling menghormati antarsesama anggota keluarga

·      Mendiskusikan isi gambar tentang perilaku saling menghormati antarsesama anggota keluarga baik secara klasikal maupun kelompok.

 

Asosiasi

·      Membuat rumusan hasil diskusi kelompok tentang perilaku saling menghormati antarsesama anggota keluarga

·      Mengidentifikasi dalam berbagai kegiatan tentang perilaku saling menghormati antarsesama anggota keluarga

 

Komunikasi

·      Menyampaikan hasil diskusi tentang perilaku saling menghormati antarsesama anggota keluarga secara kelompok

·      Menyimpulkan hasil diskusi kelompok tentang perilaku saling menghormati antarsesama anggota keluarga secara individual atau kelompok

·      Mencontohkan dengan cara bermain peran/simulasi perilaku saling menghormati antarsesama anggota keluarga secara individual maupun kelompok

·      Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengkonfirmasi, menyanggah)

·      Membuat kesimpulan dibantu dan dibimbing guru

Tugas

·      Mengisi rubrik tentang perilaku saling menghormati antarsesama anggota keluarga

 

Observasi

·      Mengamati pelaksanaan diskusi dengan menggunakan lembar observasi terkait dengan

· menceritakan isi gambar tentang perilaku saling menghormati antarsesama anggota keluarga

· sikap yang ditunjukkan siswa terkait dengan tanggung jawabnya terhadap pelaksanaan jalannya diskusi dan kerja kelompok

 

Portofolio

·      Membuat paparan tentang kegiatan tentang perilaku saling menghormati antarsesama anggota keluarga

 

Tes

·      Tes dalam bentuk lisan dengan menceritakan isi gambar tentang perilaku saling menghormati antarsesama anggota keluarga

·      Tes dalam bentuk psikomotorik dengan mencontohkan contoh perilaku saling menghormati antarsesama anggota keluarga

3 x 4 jam pelajaran

·  Al Quran dan terjemahnya

·  Buku PAI dan Budi Pekerti PAI Kls I SD

·  Gambar/ Poster tulisan

·  Multimedia Interaktif/CD Interaktif /Video

 

 

 

 

                                                                                                                                                                                     Padang, …………Juli 2016

Mengetahui,                                                                                                                                              Guru Mata Pelajaran PAI

Kepala Sekolah

 

 

 

 

 

Read more...